Program Studi Kedokteran

Dimulai dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) sebagai fakultas kedokteran tertua di Indonesia. FK UGM didirikan pada tanggal 5 Maret 1946, 3 tahun lebih awal dari pada UGM. Dari awal didirikan sampai tahun 1963, sistem pendidikan didasarkan pada sistem pendidikan dokter Belanda, kemudian  sistem paket diberlakukan pada awal 1964. Pada tahun ajaran 1979/1980, Sistem Kredit Semester (SKS) diperkenalkan secara umum di setiap fakultas di UGM termasuk FK. Praktik klinis untuk pendidikan kedokteran dilakukan di beberapa rumah sakit yang dikelola oleh UGM, misalnya Rumah Sakit Pugeran, Rumah Sakit Mangkuwilayan, Rumah Sakit Mangkuyudan, Rumah Sakit Mangkubumen, Rumah Sakit Jenggotan, dan Klinik Loji Kecil. Pada tahun 1979, seluruh Fakultas Kedokteran pindah ke lokasi baru sampai dengan sekarang di Sekip. Satu-satunya jenjang lulusan FK UGM pada saat itu adalah dokter umum.

Saat ini,  FK UGM sebagai institusi pendidikan telah berkembang menjadi institusi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dokter umum. FK UGM memiliki 3 program studi sarjana jenjang S1 (Pendidikan Dokter, Keperawatan, dan Gizi Kesehatan), 6 program studi master (S2), 20 spesialisasi, 1 program studi doktoral, 32 departemen, dan 9 pusat studi. Sejak tahun 2013, secara struktural program pendidikan dokter menjadi program studi di bawah FK UGM, yang mencakup fase pendidikan sarjana (akademik) dan fase rotasi klinis (profesi). Nama resmi program ini adalah Program Studi Pendidikan Dokter (PD). Mahasiswa PD melakukan praktik klinis di beberapa rumah sakit akademik jejaring yang dikoordinir oleh FK UGM, RSUP Dr. Sardjito- Yogyakarta, dan RS Dr. Soeradji Tirtoegoro- Klaten.

Visi:
Menjadi Program Studi Kedokteran nasional berstandar global yang inovatif dan unggul, serta mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

Misi:
  1. Melaksanakan pendidikan kedokteran berbasis kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang mengacu pada tujuan pendidikan UGM.
  2. Mengembangkan program pendidikan dokter yang lulusannya dapat bersaing di tingkat internasional.
  3. Menerapkan atmosfer pendidikan yang memiliki integritas akademik, disiplin, dan santun.
  4. Menerapkan dan mengembangkan konsep kedokteran keluarga serta kolaborasi multiprofesi dalam kurikulum pendidikan.
  5. Mengembangkan media pemebelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan kemajuan IT.
  6. Melaksanakan penelitian yang unggul, inovatif, dan bermanfaat untuk berperan serta dalam memajukan kesehatan masyarakat.
  7. Melaksanakan pengabdian dan pelayanan pada masyarakat yang bermanfaat untuk memajukan kesehatan masyarakat.
  8. Menggalang kerjasama dengan institusi yang relevan baik dalam maupun di luar negeri.
  9. Mengembangkan kemandiriaan dalam penerimaan mahasiswa baru.

- Program Studi favorit. Selalu menjadi pilihan prioritas para calon mahasiswa.

- Terakreditasi. Terakreditasi A oleh LamPTKes, dan terakrditasi s/d tahun 2019 oleh federasi  pendidikan dokter dunia (WFME). Penjaminan mutu akademik internal (AMI) dilakukan secara rutin setiap tahun sehingga manajemen akademik pengelolaan kurikulum, organisasi pendidikan, dan proses belajar mengajar selalu terjaga mutunya.

- Sumber daya yang kuat. PD sebagai bagian dari FK UGM memiliki sumber belajar kuat dengan adanya 32 departemen, 9 pusat studi, 6 program studi master, 20 spesialisasi, 1 program studi doktoral.

- Lebih kompetitif. Untuk mengikuti program studi dokter, masing-masing kandidat harus mengalahkan 40 kandidat. Hal ini memberikan dampak yang baik bagi program studi dengan memperoleh mahasiswa terbaik.

- Kerjasama nasional dan internasional. PD mempunyai kerjasama dengan universitas-universitas ternama di Indonesia dan seluruh dunia yang memungkinkan studi lanjut S2 maupun S3.

- Alumni yang tangguh. Ribuan alumni lulusan PD FK UGM mewarnai bidang kesehatan di Indonesia dan dunia. Hal ini sangat menguntungkan sebagai jejaring sumber daya manusia dan dukungan profesional tingkat nasional dan internasional.

- Strategi Belajar terkini. Mulai tahun akademik 2013/2014, telah digunakan kurikulum baru yang disesuaikan dengan kompetensi dokter Indonesia berdasarkan SKDI 2012 dan keunikan lokal, terpadu dalam blok dengan strategi belajar PBL. Dengan sistem baru ini, rentang lama pendidikan menjadi lebih pendek, yaitu  3,5 tahun fase akademik, dan 2 tahun fase rotasi klinis.

- Dua program pendidikan. Kami memiliki 2 program pendidikan, yaitu program reguler dan program internasional.

- Persentase tinggi lulus ujian nasional. Angka keberhasilan mahasiswa (first taker) pada ujian kompetensi dokter nasional sangat bagus. Lebih 90% siswa lulus untuk UKMPPD nasional. (Lihat spesifikasi program)

- Hidup dan fasilitas akademik yang nyaman.

Struktur organisasi Prodi Kedokteran di bawah FK-KMK UGM. Struktur organisasi internal Prodi Kedokteran ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.

Sistem penjaminan mutu di Fakultas Kedokteran UGM adalah sub sistem penjaminan mutu di UGM. Namun, kami juga memodifikasi beberapa kerangka kerja organisasi dan prosedural sesuai dengan situasi spesifik kami.

Di FK UGM, Unit Penjamin Mutu (UJM) ditempatkan langsung di bawah Dekan. Tugas UJM adalah:

1. menjaga sistem QA di FK UGM;

2. melakukan audit mutu internal;

3. melakukan survei pelanggan;

4. mengumpulkan Laporan Evaluasi Diri dari semua program studi, semua jurusan, semua pusat studi, dan unit lainnya di bawah FM UGM.

Pada tingkat program studi, setiap program studi harus mengembangkan mutu kompetensi lulusan. Untuk semua Fakultas Kedokteran di Indonesia, kompetensi dokter umum telah disepakati secara nasional. Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) secara resmi mengesahkan Standar Kompetensi Dokter Umum Indonesia (SKDI) sebagai rujukan nasional untuk lulusan program pendidikan dokter.

Setiap blok dievaluasi oleh Tim Koordinasi Blok (TKB) dan tim QA yang terdiri dari evaluasi tutor, evaluasi skenario dan kuliah blok. Hasil evaluasi dibahas oleh TKB bersama dengan Koordinator tahun, dan tim QA sebagai dasar untuk mengidentifikasi rencana aksi untuk tahun berikutnya. Laporan Evaluasi Blok dikirim ke Koordinator Tahun, PD, dan UJM. Fakultas Kedokteran memiliki audit internal sendiri untuk penilaian kualitas manajemen akademik, yaitu AMAI. AMAI ditujukan untuk: 1. Memantau penjaminan kualitas program sarjana dan pascasarjana di FM UGM. 2. Memotivasi Fakultas untuk terus meningkatkan kualitas program akademik. 3. Merencanakan dan mengatur implementasi AMAI di Fakultas. 4. Kunjungan terkoordinasi ke semua program. 5. Diskusi pelaksanaan penjaminan mutu dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas program secara terus menerus.

Institusi pemberi gelar Universitas Gadjah Mada
Fakultas sebagai institusi penyelenggara program Fakultas Kedokteran
Tahun mulai operasi 1946
Nama program studi S1 Program Studi Kedokteran
Tahun mulai beroperasi program studi 2017
Gelar terakhir dr
Lulusan / keluaran Dokter Umum
Akreditasi / Penilaian LAMPTKES: Terakreditasi A (2015 – 2019) AUN QA 2009 (nilai = 4,77 dari skala 7) PAASCU: terakreditasi 2016 – 2019
Benchmark eksternal dan internal dan referensi lainnya yang digunakan untuk memberikan informasi tentang lulusan LCME (Komite Penghubung Pendidikan Kedokteran) USA. Peringkat 1 ujian CBT nasional dari 71 institusi Pendidikan dokter 2014- 2017 (4 kali)
Hasil program (pengetahuan, keterampilan dan sikap) Lulus ujian akhir nasional: 97,43% (CBT), 99,63% (OSCE), 97,06% (Keseluruhan, 2015), lihat tabel di bawah.
Strategi pengajaran, pembelajaran dan penilaian Metode pengajaran berpusat pada siswa dengan strategi penilaian yang komprehensif
Struktur dan persyaratan program Jumlah Kredit atau SKS: 165 (SKed) dan 45 (dr) * Jumlah semester: 7 (SKed) dan 4 (dr)
Tanggal spesifikasi program ditulis atau direvisi. 1. Panduan Akademik 2011 UGM
2. SKDI 2012
3. Standar Nasional untuk Profesi Kedokteran (SPPDI)
4. Buku Petunjuk Kurikulum Kesehatan 2015
5. 2016 Peraturan tentang Penilaian Siswa
6. 2016 Panduan Umum untuk Rotasi Klinis
7. 2016 Panduan Khusus untuk Rotasi Klinis di Setiap Departemen Klinis
* Satu kredit atau Satuan Kredit Semester (SKS) setara dengan 42-64 jam belajar termasuk:
a. (25-30 jam) sesi yang dijadwalkan seperti ceramah, sesi praktis, tutorial, diskusi panel, dan laboratorium keterampilan.
b. (20-30 jam) belajar mandiri seperti persiapan sebelum tutorial, ceramah, ketrampilan praktis dan penulisan laporan lab. Tabel. Kelulusan Ujian Kompetensi(UKMPPD)
% passed for CBT % passed for OSCE
2016  
95.50%
 
99.38%
2017  
94.25%
 
98.80%
2018  
97.04%
 
99.50%

Ada dua program :
1. Program Reguler
- Pelamar tamat SMA tiga tahun terakhir
- Lulus ujian masuk yang metode dan kriterianya ditentukan oleh Pemerintah. Beberapa skema seleksi nasional adalah SNMPTN (asupan 30-50%), dan SBMPTN (asupan 30%), dan Ujian tulis masuk UGM (UM UGM) adalah 20-40%. Namun pada tahun 2016, persentase asupan SNMPTN menjadi 35,35%, SBMPTN 27,78%, dan UM UGM adalah 35,86% (persentase setiap tahun berubah tergantung pada kebijakan pemerintah).
- Sehat
- Ujian masuk meliputi: uji potensi akademik, tes akademik dasar (matematika, kimia, fisika, dan biologi), bahasa indonesia, dan bahasa inggris.
2. Program Internasional
- Pelamar asal Indonesia atau negara lain lulus SMA tiga tahun terakhir
- Untuk warga negara Indonesia: ujian masuk perguruan tinggi, meliputi tes akademis dasar (matematika, kimia, fisika, dan biologi), tes skolastik Gadjah Mada (GMST), tes kecakapan berbahasa Inggris (Accept test), uji penilaian situasi (situational judgement test / SJT), dan MMPI. Untuk mahasiswa dari negara lain, lulus ujian masuk ujian dasar akademik (matematika, kimia, fisika, dan biologi), GMST, dan wawancara.
- Sehat

Perbedaan program Reguler dan Internasional

- Sebagian besar (90%) kurikulum program reguler dan internasional serupa. Perbedaannya, mahasiswa program Internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar komunikasi saat kuliah, tutorial, latihan di skills lab; mempelajari sistem kesehatan internasional (di blok D2), dan wajib memiliki pengalaman untuk belajar di luar negeri di blok elektif (blok D3).

Persyaratan Pendaftaran

Pada tahun akademik 1992/1993 FK UGM mulai menerapkan kurikulum pendidikan kedokteran Indonesia (KIPDI) dengan strategi Problem Based Learning (PBL). Selanjutnya, mulai tahun 2003/2004 menggunakan kurikulum terpadu dalam 21 blok dengan strategi PBL. Pada tahun ajaran 2007/2008, memodifikasi kurikulum sebelumnya dengan tetap menggunakan PBL. Mulai tahun akademik 2013/2014, kurikulum baru diterapkan sesuai dengan kompetensi dokter Indonesia SKDI 2012 terpadu dalam blok dan strategi PBL. Dengan sistem baru ini, rentang pendidikan dipersingkat menjadi 3,5 tahun untuk fase akademik pendidikan sarjana, dan 2 tahun fase rotasi klinik.

Kompetensi Hasil Belajar (ELO)
    1. Area profesionalitas yang luhur
      A. Berke-Tuhanan Yang Maha Esa/ Yang Maha Kuasa.
      B. Bermoral, beretika, dan disiplin.
      C. Sadar dan taat hukum.
      D. Berwawasan sosial budaya.
      E. Berperilaku profesional.
    2. Area Mawas diri dan Pengembangan diri
      A. Menerapkan mawas diri.
      B. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat.
      C. Mengembangkan pengetahuan.
    3. Area komunikasi efektif
      A. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarga.
      B. Berkomunikasi dengan mitra kerja.
      C. Berkomunikasi dengan masyarakat.
    4. Area pengelolaan informasi
      A. Mengakses dan menilai informasi dan pengetahuan.
      B. Mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada profesional kesehatan, pasien, masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
    5. Area landasan ilmiah lmu kedokteran

      Menerapkan ilmu biomedik, ilmu humaniora, ilmu kedokteran klinik, dan ilmu kesehatan masyarakat / kedokteran pencegahan /kedokteran komunitas yang terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif.

    6. Area keterampilan klinis
      A. Melakukan prosedur diagnosis.
      B. Melakukan prosedur penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif.
    7. Area pengelolaan masalah kesehatan
      A. Melaksanakan promosi kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat.
      B. Melaksanakan pencegahan dan deteksi dini terjadinya masalah kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat.
      C. Melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
      D. Memberdayakan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajad kesehatan.
      E. Mengelola sumber daya secara efektif, efisien dan berkesinambungan dalam penyelesaian masalah kesehatan.
      F. Mengakses dan menganalisis serta menerapkan kebijakan kesehatan spesifik yang merupakan prioritas daerah masing-masing di Indonesia.
    8. Kompetensi lokal yang disetujui oleh pemangku kepentingan
      A. Melakukan tindakan darurat medis.
      B. Mengelola kesiapsiagaan bencana.
      C. Mengelola masalah kesehatan masyarakat dan keluarga antar profesional (CFHC-IPE).
      D. Meningkatkan profesionalisme berdasarkan minat masing-masing mahasiswa. Diselenggarakan pada Blok elektif (Blok D3), dengan memilih dua diantara 19 modul.
Proses Belajar-Mengajar Tujuh area ditambah kompetensi lokal telah diterjemahkan ke dalam 21 blok dan 14 rotasi klinis (lihat di bawah), yang disusun menjadi 3 tahap proses belajar. Setiap blok sesuai dengan 6 sks, sedangkan tahap profesi bervariasi antara 2-10 sks. Perencanaan Program
Plotting:

Tahapan proses belajar
Tahap 1 dengan tema Dasar-dasar Kedokteran (tahun 1). Pada akhir fase ini, mahasiswa diharapkan memahami:
1. dasar-dasar fisiologis dan homeostasis, dan kondisi yang mengganggu keseimbangan normal tubuh manusia.
2. Filosofi profesi medis, yaitu ‘belajar sepanjang hayat’ yang merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan.


Fase ini terdiri 6 blok, yaitu:
1. Blok A1: Being Medical Student and Locomotors System
2. Blok A2: Digestive System and Metabolisms
3. Blok A3: Cardio- Respiratory System
4. Blok A4: Genito-Urinary System
5. Blok A5: Nerve System, and Sense Organs
6. Blok A6: Blood and Immune System

Tahap 1 dimaksudkan menjadi fase dimana pengetahuan dasar, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk belajar kedokteran ditanamkan.

Tahap 2, bertema ‘Transisi dari Teori ke Praktik’ (tahun 2 - 3,5). Pada akhir fase ini, mahasiswa diharapkan untuk:
1. memahami konsep dasar sehat-sakit, pencegahan, dan tatalaksana
2. menyusun berbagai pengetahuan dan keterampilan klinis secara terstruktur dan sistematis saat mengelola masalah kesehatan Fase ini berisi 15 blok, yaitu:
Tahun 2
1. Blok B1: Chest Problems
2. Blok B2: Neuromusculoskeletal Problems
3. Blok B3: Abdominal Complaints
4. Blok B4: Sense Organ Problems
5. Blok B5: Basic Medical Practice
6. Blok B6: Research

Tahun 3
1. Blok C1: Conception, Fetal Growth, and Congenital Anomaly
2. Blok C2: Safe Motherhood and Neonates
3. Blok C3: Childhood
4. Blok C4: Adolescent and Adulthood
5. Blok C5: Elderly
6. Blok C6: Lifestyle Related Complaints

Tahun 4 (satu semester)
1. Blok D1: Emergency
2.Blok D2: Health System and Disaster
3.Blok D3: Elective

Pada kurikulum baru ini, mahasiswa harus menyelesaikan 21 blok untuk meraih gelar sarjana kedokteran. Keseluruhan blok dapat diselesaikan dalam waktu 3,5 tahun dengan beban studi 165 sks termasuk skripsi. Proses belajar-mengajar terdiri dari kuliah, tutorial (diskusi kelompok kecil), sesi praktikum, dan latihan keterampilan klinis di skills lab. Tujuan latihan keterampilan skills lab adalah memberi pengalaman klinis kepada siswa sebelum mereka magang di rumah sakit. Saat mahasiswa lulus dari program sarjana, siswa akan menerima gelar S.Ked (Sarjana Kedokteran).

Tahap 3, bertema ‘Doctor in Practice’ (tahun 4 dan 5). Pada akhir fase ini, mahasiswa diharapkan untuk:

1. melakukan tindakan pencegahan dan tatalaksana masalah kesehatan pada pasien, keluarga, dan masyarakat secara profesional dan mematuhi norma, etika, dan nilai sesuai kewenangannya sebagai dokter.
2. melakukan rujukan ke fasilitas layanan kesehatan lain yang akan memberikan layanan kesehatan lebih efektif dan efisien. Fase ini disebut periode rotasi klinik atau profesi, yang merupakan periode seorang mahasiswa kedokteran magang melewati berbagai jenis layanan selama 2-10 minggu (lihat tabel di bawah). Lama studi untuk fase profesi ini adalah 2 tahun dengan beban studi 45 sks. Setelah lulus, mahasiswa akan mengikuti ujian kompetensi nasional sebelum menerima gelar dr. (dokter)


Tabel. Clinical Rotation-in during Phase 3

No Clinical Stages

Number of Weeks

1 Internal Medicine 10
2 Surgery 10
3 Pediatrics 10
4 Obstetrics & Gynecology 10
5 Family & Community Medical Field Work 6
6 Ophthalmology 4
7 Dermato Venerology 4
8 Neurology 4
9 Psychiatry 4
10 Otorhinolaryngology 4
11 Radiology 4
12 Forensic Medicine 4
13 Anesthesiology 2
14 Public Health 2
Pada fase 3, mahasiswa dirotasi di setiap departemen untuk periode tertentu seperti yang digambarkan di atas.
Skala penilaian
a. Fase akademik
Penilaian sumatif pada tahap 1 dan 2 kurikulum adalah sebagai berikut:
1. Ujian Blok (setiap minggu ke 6 blok berjalan. Ujian pebaikan (make up) diperbolehkan maksimum 2x, yang dijadwalkan pada akhir setiap semester)
2. Ujian lab atau tentamen (bervariasi antar blok)
3. Presentasi pada program CFHC (setiap semester)
4. OSCE (akhir tahun ajaran 1, 2, 3 dan akhir semester 7)
5. PenilaianTutor (akhir setiap tutorial)
6. Progress test (dua kali setahun)
7. Ujian Skripsi/pendadaran (sebelum lulus sarjana)

Tabel. Skala Penilaian

Grade Score
A Similar or more than 75
A/B 70 – 74.99
B 65 – 69.99
B/C 60 – 64.99
C 55 – 59.99
D 45 – 54.99
E Less than 45
b. Fase profesi
Penilaian pada fase profesi umumnya meliputi:
1. Buku log (5-10%)
2. Tutorial klinis (5-10%)
3. Refleksi kasus (5-10%)
4. Penilaian berbasis tempat kerja (misalnya MiniCex, Dops, OSLER) (30-40%)
5. MCQ (0-10%)
6. OSCE (0-20%)

Tabel. Clinical rotation Score and Grade

Score

Meaning Grade

GPA

9,21-10 Excellent A 4
8,61 – 9,20 Very good A/B 3.5
8,0 – 8,60 Good B 3
< 8 Fail
 

Evaluasi Mahasiswa
Tujuan utama evaluasi adalah untuk mengetahui apakah seorang mahasiswa telah menguasai kompetensi tertentu yang telah ditentukan dalam kurikulum. Berdasarkan evaluasi ini, keputusan dapat diambil untuk kemajuan siswa yang bersangkutan. Selain tujuan utama ini, hasil evaluasi mahasiswa juga akan digunakan untuk mengevaluasi keseluruhan proses pembelajaran. Evaluasi ini meliputi:
1. evaluasi tahun I
2. evaluasi tahun II
3. evaluasi fase sarjana
4. evaluasi rotasi klinis

Evaluasi Tahun Pertama
Tujuan: Mengidentifikasi kekurangan selama tahun pertama, sehingga dosen pembimbing akademik (DPA) dapat memberikan pembinaan dan pendampingan yang lebih tepat. Pembinaan dan pendampingan untuk mahasiswa berkekurangan harus terfokus pada bagaimana membuat strategi pembelajaran yang lebih sistematis, terstruktur, dan terencana di tahun berikutnya. Mahasiswa dengan kekurangan ekstrim harus disarankan untuk berpikir serius jika mereka masih ingin terus belajar kedokteran atau melihat kemungkinan untuk mengambil bidang lain yang mungkin lebih cocok untuknya. Mahasiswa diberi surat peringatan pertama (SP1), apabila:
1. memiliki IPK kurang dari 2,5
2. memiliki catatan perilaku profesional yang buruk
SP1 dikirimkan ke mahasiswa beserta fotokopi yang dikirim ke orangtua, DPA, dan sponsor pemberi beasiswa (untuk mahasiswa asing)

Evaluasi Tahun Kedua
Tujuan: Untuk menentukan apakah seorang mahasiswa sesuai untuk melanjutkan studinya di PD.
1. Untuk melanjutkan studi sampai tahun ketiga:
A. IPK dari 6 blok terbaik sama atau lebih besar dari 2,5
B. Lulus OSCE tahun pertama (OSCE KBK 1)
C. Setidaknya telah ikut 1x progress test
D. Memenuhi penilaian perilaku profesional yang memuaskan
2. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan di atas diminta untuk mengundurkan diri atau akan diproses sesuai prosedur drop-out.

Evaluasi Fase Sarjana
Tujuan: untuk memutuskan apakah mahasiswa memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana kedokteran
1. Persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana kedokteran:
a. Menyelesaikan semua blok termasuk proyek penelitian skripsi, lihat manual disini, dan pengembangan kepribadian dengan IPK sama atau lebih besar dari 2,5
b. Tidak ada nilai E
c. Nilai D tidak lebih dari 5 blok
d. Lulus ketiga OSCE (KBK 1, 2, dan 3)
e. Setidaknya telah ikut 3x progress test
f. Penilaian perilaku profesional memuaskan
g. Lama studi tidak melebihi 7,5 tahun atau 15 semester

2. Jika dalam waktu 7,5 tahun siswa tidak dapat memenuhi persyaratan di atas, dia tidak berhak mendapatkan gelar sarjana dalam bidang kedokteran dan diminta untuk mengundurkan diri atau akan diproses untuk drop out.

3. Gelar sarjana kedokteran dapat digunakan untuk melanjutkan ke fase rotasi klinis.

Evaluasi rotasi klinis
Rotasi klinis (CR) dilakukan pada semester 8-11 di beberapa rumah sakit pendidikan, puskesmas, dan di masyarakat. Evaluasi rotasi klinis dilakukan di setiap departemen terdiri dari pencapaian kompetensi keterampilan klinis (25%), tutorial klinis (20%), refleksi kasus (15%), dan ujian akhir (40%). Ujian akhir dilakukan dengan ujian lisan dan / atau OSCE tergantung pada departemen terkait. Ujian lisan selalu didahului dengan pemeriksaan pasien untuk mendapatkan diagnosis, terapi, dan prognosis (long case). Semua data yang diperoleh harus ditulis pada rekam medis dan dipresentasikan saat ujian lisan. Ujian OSCE dapat dilakukan dengan model, kasus nyata atau simulasi, dan skenario kasus/ vignette (kasus pendek). Setelah menyelesaikan tahap rotasi klinis, setiap mahasiswa harus mengikuti ujian kompetensi UKMPPD sebagai ujian akhir yang diadakan 4 kali setiap tahun pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Siswa yang lulus ujian akhir akan mendapatkan 'sertifikat kompetensi' sebagai dokter umum. Seorang dokter baru harus melakukan 'internship' sebagai dokter umum bekerja di rumah sakit atau puskesmas di Indonesia selama sekitar 1 tahun.

Peraturan penilaian digunakan sebagai manual resmi yang mengatur penilaian mahasiswa PD. Mohon buka alamat web di bawah ini utuk melihat peraturan penilaian tersebut. Klik disini

Penggunaan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar telah digunakan FK UGM sebagai upaya inovasi pendidikan. Gadjah Mada Medical e-Learning GAMEL adalah web internal FK UGM berbasis Open Source Moodle sejak tahun 2009. Teknologi informasi juga diterapkan untuk urusan administrasi, keuangan, dan kemahasiswaan.

Kami memiliki 9 laboratorium yang digunakan untuk praktikum mahasiswa, yaitu:
1. Lab. Dari Anatomi
2. Lab. Dari Biokimia
3. Lab. Dari biologi Histologi & Sel
4. Lab. Mikrobiologi
5. Lab. Patologi Anatomi
6. Lab. Patologi Klinik
7. Lab. Dari Parasitologi
8. Lab. Dari Farmakologi
9. Lab. Dari fisiologi
Lab keterampilan (Sills Lab)
Skills Lab merupakan fasilitas penting untuk mempraktikkan keterampilan klinis dalam suasana laboratorium sebelum siswa menghadapi pasien sesungguhnya. Pelatihan ketrampilan klinis ini dimulai dari semester I sampai semester VII dengan tema yang sesuai dengan tema blok. Pada prinsipnya, ada 3 jenis keterampilan klinis, yaitu kemampuan berkomunikasi, keterampilan pemeriksaan fisik, dan keterampilan terapeutik. Pelatihan dimulai dengan keterampilan sederhana kemudian meningkat tingkat kesulitannya, juga dengan mengulangi pelatihan sebelumnya. Mahasiswa dilatih dalam kelompok yang terdiri dari 10-12 orang, didampingi instruktur. Siswa juga dilatih dalam bermain peran atau berlatih dengan teman (bertindak sebagai probandus atau pasien) atau menggunakan model / manekin. Pasien simulasi juga digunakan untuk mahasiswa semester lanjut dalam keterampilan klinis pasien terpadu, dan saat ujian komprehensif.

Laboratorium Lapangan

Perpustakaan
Gedung perpustakaan di FK UGM seluas 2.216 m2, yang dilengkapi dengan ruang baca, ruang diskusi, laboratorium komputer, dan home theater. Melayani lebih dari 5.000 mahasiswa, staf fakultas, dan para peneliti. Layanan harian perpustakaan mulai Senin - Jumat dari pukul 07.30 - 21.00 WIB, dan Sabtu mulai pukul 09.00-14.00 WIB. Saat ini, sumber informasi tersedia dalam bentuk buku cetak dan digital, tesis dan disertasi elektronik, audio visual, dan 13 database / jurnal elektronik dalam bidang kedokteran seperti Clinical Key, Science Direct, The Cochrane Library, Up To Date, BMJ, Alam, dll. Seluruh lingkungan Fakultas Kedokteran telah terhubung ke Perpustakaan dengan serat optik dan WiFi. RSUP Dr.Sardjito telah terhubung dengan Local Area Network (LAN) oleh karena itu, akses ke koleksi Perpustakaan dapat dilakukan melalui halaman: :http://infolib.med.ugm (intranet), http://libmed.ugm.ac.id, dan http://opac.lib.ugm.ac.id . Akses ke database / jurnal online dari luar kampus dilakukan melalui http://ezproxy.ugm.ac.id . Saat ini perpustakaan telah mengadopsi teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan layanan. Untuk fasilitas sumber informasi selain kedokteran dan kesehatan, disediakan fasilitas pinjaman antar perpustakaan dengan 10 fakultas lainnya di Perpustakaan UGM. Selain itu, perpustakaan juga rutin menyelenggarakan pelatihan singkat.
TI
Teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran didukung oleh Jaringan dengan tulang punggung serat optik. Saat ini ketika Peak Time untuk penggunaan bandwidth mencapai 300-400 Mbps. Sebanyak 565 komputer desktop dan 3426 laptop telah terintegrasi dengan IT. E-learning dilakukan sebagai media bagi mahasiswa untuk menyelesaikan kegiatan belajar komplementer. GAMEL dikembangkan dengan menggunakan Moodle Learning Management System. Gamel mudah diakses melalui koneksi jaringan lokal (www.gamel.fk.ugm.ac.id). Selain sebagai repositori, GAMEL berfungsi sebagai sarana komunikasi antara mahasiswa dan dosen, media informasi dan pembelajaran, pengumpulan tugas dan juga penelitian untuk fakultas dan mahasiswa. Semua ujian akhir mahasiswa PD dilakukan dengan menggunakan komputer (CBT), sehingga mahasiswa dapat mengetahui secara langsung hasil ujiannya segera setelah selesai ujian. Pelaksanaan ujian OSCE juga telah menggunakan internet. Umpan balik blok dari mahasiswa juga menggunakan internet. Sistem Informasi Akademik, Sistem Informasi Laboratorium, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, Pemantauan dan Evaluasi Staf dan kinerja staf penunjang, akunting, semuanya terkomputerisasi dengan menggunakan TI.

Dipandu oleh seksi kemahasiswaan FK UGM, mahasiswa PD memiliki banyak kegiatan yang mendukung kegiatan ko- dan ekstra kurikuler. Silakan melihat alamat web http://bem.fk.ugm.ac.id.

- POTMA
- Olahraga dan Seni

Program Studi Kedokteran,
Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada,
Gd. Graha Wiyata Lt. 1, Jl. Farmako,
Sekip Utara, Yogyakarta.
Telp/ Fax: 0274-558323