Belajar Mudah Anatomi

Written by iro fk on . Posted in Info CME, news, Seminar & Workshop

IMG_0205

Yogyakarta – Seminar Anatomi dengan tema “Belajar Mudah Anatomi” merupakan program kerjasama Departemen Anatomi FK UGM dengan Penerbit EGC. Seminar yang diselenggarakan di Auditorium FK UGM hari Selasa (2/8) berfokus pada bahasan mengenai berbagai strategi pendekatan untuk lebih mudah mempelajari Anatomi dengan menghadirkan pembicara utama Prof. Udo Schumacher.  Prof. Dr. med. Dr. med. Udo Schumacher adalah profesor di Department of Anatomy, Hamburg University dengan karya buku monumentalnya ‘PROMETHEUS LernPaket Anatomie: LernAtlas Anatomie‘. Dari FK UGM tampil sebagai narasumber Dr.dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, MKes, PA(K), Ketua Departemen Anatomi FK UGM, dan moderator dr. Nur Arfian, PhD.

IMG-20160802-WA0011Permasalahan belajar anatomi yang sulit tidak hanya dialami mahasiswa di Indonesia, tetapi di Jerman juga. Mengedapankan pentingnya anatomi sebagai ilmu dasar kedokteran dikatakan Prof. Udo menjadi kunci untuk terus memotivasi mahasiswa untuk belajar. “Anatomy language is medical language“, demikian disampaikan Prof. Udo sehingga pemahaman terminologi anatomi dan kedokteran mutlak diketahui mahasiswa. Kita harus memahami bahasa dan struktur tubuh secara komperhensif agar kita dapat mempraktekkannya dalam ilmu kedokteran. Teknik belajar anatomi sebenarnya sama di seluruh dunia. Kebanyakan buku anatomi tersaji dalam bahasa Eropa, Latin, Yunani, dan inilah yang menjadikan kendala bagi negara yang tidak menguasai bahasa-bahasa tersebut. Tapi, jika kita ingin mempelajari sesuatu secara menyeluruh, kita harus mengabdikan waktu yang cukup untuk mempelajarinya, ujar Prof Udo.

Inovasi juga menjadi kata kunci dalam pengembangan pembelajaran anatomi. Anatomi bukanlah ilmu statis, saat ini justru dibutuhkan pendekatan interdisiplin ilmu untuk belajar anatomi sehingga pengembangan Clinical-oriented learning in anatomy atau integrative anatomy dengan basic medical sciences lainnya akan saling memeperkaya ilmu, tidak cuma anatomi sendiri. Prof Udo mencontohkan dengan pengembangan Learning Atlas yang menjadi dasar penulisan Prometheus, buku mengenai atlas anatomi manusia. Buku Prometheus terdiri atas 3 volume yaitu sistem gerak ditulis oleh Michael Schunke, kepala dan leher yang ditulis langsung oleh Prof. Udo Schumacher, dan organ dalam oleh Erik Schulte. Menariknya buku ini tidak memiliki editor sama sekali untuk menghindari “gap” isi buku antara penulis dengan editor. Buku ini merupakan buku interdisipliner, dan dalam seminar ini Professor Udo menjelaskan bagaimana cara memakai buku tersebut dan kelebihannya. Sejak pertama kali terbit, Prometheus menjadi buku terlaris di Jerman dan di Amerika.

“Anatomi sering dikatakan ilmu sulit, tetapi sulit bukan berarti tidak mungkin dipelajari. Ini menjadi tantangan mahasiswa untuk belajar Anatomi, ” demikian disampaikan dr Dwi Cahyani ketika mengawali berbagi “Tips to Learn Human Anatomy“. Kita mempunyai otak dengan kapasitas tanpa batas untuk belajar Anatomi, hanya kita harus mengetahui strategi dalam belajar. Peran media ajar juga sangat penting dalam membantu mahasiswa belajar Anatomi. Mahasiswa juga harus selalu membaca, membaca dan membaca, dan menggunakan gambar atau skema dalam belajar Anatomi. Harapan dari seminar ini tentunya mahasiswa kedokteran dapat memahami cara untuk belajar anatomi dengan mudah. Selain itu, dengan saling “sharing” tentang metode pembelajaran anatomi dari berbagai negara, maka kita dapat lebih “melek” dan saling memperbaiki proses pembelajaran anatomi itu sendiri. [Nur Arfian&Rista]

Kelainan Endokrin pada Pasien Survivor Keganasan

Written by iro fk on . Posted in Info CME, news

Yogyakarta – Seiring bertambahnya usia, pasien survivor keganasan semakin rentan menderita kelainan endokrin. Sebagian besar penyebab kelainan ini adalah akibat keganasan itu sendiri dan oleh karena efek samping dari radioterapi disusul oleh kemoterapi. Efek samping terapi tersebut berdampak pada pengaturan hormon pertumbuhan maupun hormon steroid yang mengakibatkan gangguan metabolisme tubuh, infertilitas, hingga timbulnya keganasan sekunder.

Mengenal Lebih Jauh Hiperplasia Adrenal Kongenital

Written by iro fk on . Posted in Info CME, news

Yogyakarta – Ketika bayi didiagnosa Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK), banyak orang tua menjadi khawatir akibat pertentangan jenis kelamin bayi dan utamanya dampak sosial yang akan diterima keluarga. HAK merupakan suatu penyakit herediter (menurun secara genetik dari orang tua kepada anak) yang mengakibatkan dampak sangat besar bagi penderita, keluarga dan lingkungannya. Hal yang harus dijelaskan kepada orang tua adalah bahwa bayi akan baik-baik saja selama mendapat pengobatan. Pengobatan yang diberikan adalah seumur hidup. Jenis kelamin tidak akan berubah, dan penentunya adalah analisis kromosom, bukan organ kelamin sekunder. Dengan penjelasan perlahan mengenai kondisi bayi, perkiraan perkembangan anak selanjutnya, dan usia harapan hidup yang tinggi, orang tua diharapkan dapat memahami kondisi anak dan tidak terbebani oleh stigma sosial.