Academic Health System



  • Healthcare issues are becoming more complex and requires a comprehensive approach in order to provide adequate solution. Innovations in health related science and technology is needed to address the ever growing challenges. Universities serves an important role in development of applicable researches and produce healthcare workers needed to improve the quality of service delivered to the community.
    Academic Health System is a concept of integrating medical science education and other healthcare professional education with teaching hospital, affiliated hospitals or healthcare services, healthcare delivery system and other medical service institutions (community). AHS UGM consists of three main components: University, Teaching Hospital and Government. AHS UGM serves the area of Yogyakarta and Central Java Province.

    AHS UGM was initiated by Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas Gadjah Mada in 2014. UGM is chosen as one of the pilot project by Ministry of Research, Technology and Higher Education pairing with Ministry of Health's Dr. Sardjito General Hospital as the lead example for initiating AHS in other provinces.

    Permasalahan kesehatan yang makin beragam dan kompleks membutuhkan pendekatan secara komprehensif dalam upaya penanggulangannya. Kebutuhan tinggi terhadap pelayanan kesehatan berkualitas membuat inovasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kesehatan diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut. Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi dunia kesehatan sekaligus menyiapkan calon SDM tenaga kesehatan yang berkualitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

    Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan inisiasi pembentukan Academic Health System (AHS). Konsep AHS merupakan integrasi pendidikan kedokteran bergelar, dengan satu atau lebih program pendidikan profesional kesehatan lainnya yang memiliki satu atau lebih rumah sakit pendidikan atau berafilisasi dengan rumah sakit pendidikan, sistem kesehatan, dan organisasi pelayanan kesehatan lainnya (Wartman 2007). AHS UGM sendiri terdiri 3 komponen utama, yaitu institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah daerah. Area cakupan AHS UGM meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

    Academic Health System yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM diinisiasi pada Tahun 2014. AHS UGM ditunjuk menjadi salah satu percontohan AHS nasional oleh KEMENRISTEKDIKTI melalui Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 55/M/KPT/2018 tentang Penugasan Perguruan Tinggi untuk Program Percontohan Sistem Kesehatan Akademik dan RSUP Dr. Sardjito ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/345/2018 tentang Rumah Sakit Percontohan Sistem Kesehatan Akademik.

  • Mission Statement:

    To improve the health status of the community through education, research, service, and quality care; based on local wisdom, ethics, professionalism and evidence based knowledge integrated in Academic Health System.

    Vision:

    Achieving a comprehensive health system through harmonization of university, teaching hospital, and practice plan developed based on information and technology by 2022.

     

    Misi AHS UGM:

    Meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan  pelayanan yang unggul, berlandaskan kearifan lokal, etika, profesionalisme dan keilmuan berbasis bukti yang terintegrasi dalam Academic Health System.

    Visi AHS UGM:

    Menjadi Sistem Kesehatan Komprehensif melalui harmonisasi universitas, rumah sakit pendidikan, dan practice plan berbasis teknologi informasi pada tahun 2022


  • Struktur organisasi pengelola harian Academic Health Center melalui SKB antara FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito No. 178/SK/KS/2017 dan No. HK.03.01/IV/14463/2017 tentang Academic Health System Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dalam Rangka Integrasi Fungsional dalam Bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pelayanan Kesehatan.


  • Perjalanan AHS UGM dimulai pada tahun 2014, dimana FKKMK UGM (dahulu bernama Fakultas
    Kedokteran UGM) bersama dengan 5 Rumah Sakit Pendidikan (RSUP Dr. Sardjito, RSUP dr. Soeradji
    Tirtonegoro, RS UGM, RSUD Banyumas, dan RSPAU dr. S. Hardjoloekito menginisiasi pembentukan AHS UGM. Pembentukan ini dikuatkan dengan Keputusan Rektor UGM No.1256/ UN1.P/SK/Hukor/2016 tentang Tim Pengembangan Integrasi FK UGM dan Rumah Sakit UGM dengan RSUP Dr. Sardjito, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, RS UGM, RSUD Banyumas, dan RSPAU dr. S. Hardjoloekito serta Fasilitas Kesehatan Utama di lingkungan UGM.
    Pada tahun 2016, Fakultas Kedokteran UGM mengembangkan naskah urgensi Rancangan Peraturan
    Presiden tentang sistem integrasi pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan. Naskah tersebut telah didiskusikan dan diserah terimakan kepada Kementerian Sekretariat Negara pada bulan Desember 2016 dan menjadi cikal bakal pembentukan komite bersama AHS Nasional yang melibatkan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian Kesehatan.
    Pada tahun 2017 AHS UGM pertama kalinya menyelenggarakan Seminar Internasional Pertama di Indonesia terkait AHS sebagai upaya mensosialisasikan konsep AHS kepada pemangku kebijakan di tingkat nasional. Pada tahun 2017 ini pula dikembangkan konsep AHS Regional yang ditandai dengan audiensi kepada  Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dua rumah sakit daerah yaitu RSUD Sleman dan RSUD Wates juga bergabung dengan AHS UGM di tahun tersebut.
  • Rumah sakit pendidikan yang saat ini telah menjalin kerjasama dengan AHS UGM antara lain:

    Pemerintah Daerah:

    Dinas Kesehatan DIYDinas Kesehatan Jawa Tengah

    Rumah Sakit Jejaring:

    RSUP Dr. SardjitoRSUP Dr. Soeradji TirtonegoroRumah Sakit Akademik UGM
    RSUD WatesRSUD BanyumasRSUD SlemanRSPAU Dr. S. Hardjolukito

    .